Welcome to my Blog thanks for you visit

Halaman

Tampilkan postingan dengan label Tugas Organisasi dan Metode. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Organisasi dan Metode. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Mei 2010

Tugas 10 (KELOMPOK)

Perubahan dan Pengembangan Organisasi

Organisasi dan Metode


Kelompok :

1. Rudik Prasetyo Pradana

2. Ali Daya

3. Bahari Ario Hidayat

4. Bramantyo Bagus W

5. Joan Gunawan

Universitas Gunadarma

2009 – 2010

Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Perubahan dan Pengembangan Organisasi”. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas soft skill mata kuliah Organisasi dan Metode.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi mahasiswa dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Depok, Mei 2010


Penyusun

ISI

• Menjelaskan faktor- faktor yang mempengaruhi perubahan Organisasi

Terjadi perubahan besar - besaran di dunia bisnis dari sektor komputer sampai jasa keuangan, dari sektor telekomunikasi sampai layanan kesehatan.

Saat ini banyak organisasi sepakat bahwa kehidupan berorganisasi semakin menjadi tidak pasti, seiring dengan langkah perusahaan yang makin terpacu dan masa depan menjadi makin sulit diprediksi. Namun demikian semua sepakat perubahan semakin cepat terjadi.

Dunia bisnis sedang dan akan terus mengalami perubahan yang makin cepat, walau arah perubahan tidak mudah diprediksi. Al hasil para manager dan pembuat keputusan perlu lebih memahami kemana angin perusahaan bertiup, karena setiap waktu dapat menentukan hidup matinya perusahaan.

Dengan kata lain mereka mesti harus mampu menganalisa factor-faktor pemicu perubahan organisasi.

1. Faktor Perubahan dari Lingkungan

Unsur – unsur lingkungan perusahaan

1. Pasar yang dilayani perusahaan ( klien atau konsumen )

2. Pemasok

3. Lembaga Pemerintah dan Parlemen

4. Asosiasi niaga

5. Pesaing

6. Lembaga keuangan

7. Pemasok tenaga kerja

8. Tingkat pengangguran

9. Kondisi perekonomian

10. Kemajuan teknologi

11. Perkembangan system komputer dan informasi

12. Perkembangan e-commerce dan penggunaan internet


Lingkungan sebuah perusahaan juga mencakup faktor-faktor pengaruh yang lebih luas lagi seperti:

1. Globalisasi

2. Reformasi politik

3. Serikat pekerja

4. Perubahan status perusahaan dari milik negara menjadi swasta atau sebaliknya

5. Perubahan demografis dan struktur keluarga

2. Pengaruh PETS (Politik, Ekonomi, Teknologi dan Sosial)

1. PETS mempengaruhi perusahaan pada strategi, struktur dan operasi termasuk kebijakan SDM

2. PETS merupakan metafora agar kita bisa membedakan berbagai aspek lingkungan perusahaan dan kaitan spesifikasinya dengan perusahaan sebagai pemicu perubahan.

3. Faktor Perubahan dari Lingkungan Teknologi

1. Bersumber pada sikap mengacuhkan perubahan lingkungan teknologi (contoh : Singer, Oliveti )

2. Internet merupakan faktor terpenting dan menyentuh hampir semua aspek operasional perusahaan

3. Penggunaan internet bukannya tanpa masalah, karena staf menggunakan e-mail dan internet di tempat kerja mencemaskan para atasan sebab penggunaan e-mail menyimpang dari pekerjaannya.

4. Faktor Perubahan dari Lingkungan Politik

1. Perubahan lingkungan politik tidak saja langsung mempengaruhi perusahaan, tetapi juga berimbas pada perubahan lingkungan ekonomi.

2. BBM naik daya beli masyarakat rendah.

3. BBM turun akan mempengeruhi penerimaan pajak dan dampak negatifnya kemampuan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan akan berkurang.

5. Faktor Perubahan dari Lingkungan Sosial Budaya

1. Harapan kenaikan setandar hidup secara terus-menerus, sementara peluang pekerjaan permanen yang aman makin langka.

2. Faktor demografis membuat berlimpahnya jumlah kaum muda memasuki pasar kerja.

3. Perubahan struktur keluarga dimana kaum perempuan juga berharap dapat meniti karir seperti layaknya suami mereka.

Perusahaan juga dituntut meningkatkan perhatian pada aspek kreatifitas karyawan dengan melakukan penataan system untuk mendorong inovasi.

6. Faktor Perubahan dari Lingkungan Ekonomi

1. Pesaing

2. Kurs mata uang

3. Pajak

4. Perijinan

5. Standar Gaji Minimum

7. Faktor Perubahan Internal

1. Serikat buruh yang makin berpengaruh

2. Pergantian direktur atau manager

3. Perubahan struktur administrasi

4. Penataan kelompok kerja

5. Perubahan tata ruang kantor / pabrik

6. Pembelian sytem TI baru

7. Strategi pemasaran baru

8. Pemotongan lembur

9. Perampingan staf

10. Penguatan bagian tertentu seperti riset dan pengembangan

•Menjelaskan Proses Perubahan Organisasi

Tujuan perubahan organisasi :
1. Meningkatkan kemampuan organisasi
2. Meningkatkan peranan organisasi
3. Melakukan penyesuaian secara internal dan eksternal
4. Meningkatkan daya tahan organisasi
5. Mengendalikan suasana kerja

Jenis perubahan
1. Jangka pendek
- Mikro : perubahan tingkat perorangan – sikap
- Makro : perubahan akibat revolusi ; internet – merubah penyebaran informasi
- Intermediate : perubahan nilai dan norma ; kelompok melakukan perubahan pola kerja
2. Jangka panjang
- Mikro : perubahan perorangan ; dari sikap menjadi kebiasaan
- Makro : penemuan baru ; jangka panjang – perubahan sosio cultural ; meningkatkan pengetahuan, perubahann taraf kesejahteraan
- Intermediate : perubahan nilai/norma – menjadi menetap

Change agent :
1. External pressure group
Adanya kelompok/factor penekan dari luar organisasi yang dapat menimbulkan perubahan
2. Interna pressure group
Adanya factor penekan dari dalam organisasi yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan

Pendekatan OC :
1. Perubahan proaktif
- Planned change
- Persiapan penyesuaian terhadap perubahan
- Implementasi inovasi structural
- Kebijakan / tujuan baru
- Area lebih luas
- Kelangsungan hidup organisasi
2. Perubahan reaktif
- Pemecahan masalah sederhana
- Penyesuaian sehari-hari
- Manajer memberikan reajsu terhadap masalah yang timbul

Reaksi terhadap perubahan :
1. Menyangkal bahwa perubahan sedang terjadi
2. Mengabaikan perubahan
3. Menolak perubahan
4. Menerima perubahan dan menyesuaikan diri
5. Mengantisipasi perubahan dan merencanakannya

Penolakan perubahan
1. Ketidakpastian pengaruh perubahan
2. Merasa dirugikan
- Manfaat bagi organisasi – belum tentu bagi individu
- Mempertahan status
3. Kelemahan pengetahuan

Penanggulangan penolakan
1. Pendidikan dan komunikasi
2. Partisipasi dan keterlibatan
3. Kemudahan dan dukungan
4. Negosiasi dan persetujuan
5. Manipulasi dan bekrja sama
6. Paksaan eksplisit dan implisit

Perubahan efektif
1. Unfreezing
Keadaan dimana orang akan menjadi siap sedia atau memperoleh atau mempelajari perilaku baru
2. Changing
Orang mulai melakukan perobaan dengan perilaku baru
3. Refreezing
Selama changing – perilaku baru menjadi bagian dari orang tersebut

• Menjelaskan mengapa ada pengembangan Organisasi

untuk merubah nilai-nilai daripada manusia dan juga struktur organisasi sehingga organisasi itu dapat beradaptasi dengan dengan lingkungannya.

•Menjelaskan cirri pengembangan Organisasi


S
uatu disiplin perubahan perencanaan yang menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dan praktek keperilakuan untuk membantu organisasi-organisasi mencapai efektivitas yang lebih besar. Para manajer dan staf ahli harus bekerja dengan dan melalui orang-orang untuk melaksanakan tugas-tugas mereka dan PO dapat membantu mereka membentuk hubungan yang efektif di antara mereka. Di dalam menghadapi akselerasi perubahan yang semakin cepat, PO diperlukan untuk bisa mengatasi konsekuensi-konsekuensi dari perubahan tersebut.

Pengembangan organisasi (PO) diterapkan kepada tiga jenis manusia: spesialisasi individu di dalam PO sebagai profesi, orang-orang dari lapangan yang terkait, yang telah mencapai sejumlah kompetensi di dalam PO, dan para manajer yang memiliki keahlian PO yang diperlukan untuk perubahan dan mengembangkan organisasi atau departemen mereka.

Rabu, 19 Mei 2010

Tugas 9 (study kasus)

1. Analisa pertanyaan Rita terakhir, "kami sesungguhnya tidak berkomunikasi secara baik". Apa status komunikasi atasan-bawahan dalam peristiwa ini ? Katz dan Khan telah mengidentifikasikan lima tujuan proses komunikasi atasan-bawahan. Sebutkan lima tujuan atau maksud proses tersebut yang diabaikan dalam kasus ini !
2. Apakah ada implikasi-implikasi dalam peristiwa (kejadian ) ini untuk komunikasi atasan-bawahan dan untuk komunikasi interaktif ?
3. Apa hambatan-hambatan terhadap komunikasi efektif dalam kasus ini ?
Jawab:
1. Dalam kasus ini sepertinya atasan tidak cukup percaya kepada bawahannya untuk diberikan dan mengerjakan wewenang yang diberikan oleh atasan.
- Memberi pengarahan atau instruksi kerja
Dalam kasus ini, Bos (Ramon) tidak memberikan pengarahan atau instruksi kepada bawahannya (Rita).
- Memberi informasi mengapa suatu pekerjaan harus dilaksanakan
Ramon sebagai bos tidak memberikan informasi tentang pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh bawahannya (Rita).
- Memberi informasi tentang prosedur dan praktik organisasional
Ramon sebagai bos tidak memberitahukan Bawahannya (Rita) tentang prosedur dan praktik organisasional tentang pekerjaannya.
2. Saya rasa tidak ada, Karena di kejadian ini tidak ada proses penyampaian pesan dari atasan kepada bawahannya.
3. - Antara atasan dan bawahan tidak terjalin komunikasi yang baik.
- Atasan tidak dapat memberikan informasi dengan baik kepada bawahannya.
- Atasan sepertinya tidak berani memberikan wewenang kepada bawahan.

Sabtu, 17 April 2010

Tugas 8 (Wewenang)

1). jelaskan mengapa pendelegasian wewenang merupakan kunci dari organisasi ?

Jawab :

agar bisa menjalankan operasi manajemen dengan baik. Selain itu, pendelegasian wewenang adalah konsekuensi logis dari semakin besarnya organisasi tersebut.

2). Mengapa atasan tidak mau mendelegasikan wewenang kepada bawahnya dan mengapa pula bawahan tidak mau menerima pendelegasian dari atasannya ?

Jawab :

A). Atasan tidak mendelegasikan :
-* Adanya kecenderungan pada manusia untuk ingin melaksanakan hal-hal tertentu secara pribadi.
-*Perasaan takut untuk di publikasikan atau Ekspose.
-*Sikap atau pandangan bahwa pihak bawahan tidak mampu menggunakan wewenang dengan tepat.

B). bawahan tidak mau menerima Delegasi :
-* Keengganan untuk menanggung risiko
-* adanya rasa takut setelah delegasi tidak sesuai apa yang diharapkan.

3). Mengapa taggung jawab tidak dapat didelegasikan ? Jelaskan ?

Jawab :

setiap deleget yang telah menerima wewenang, tetap harus mempertanggungjawabkannya kepada delegator, penanggung jawab terakhir tetap berada di tangan delegator.

4). Menurut Sumbernya kekekuasaan itu terbagi 6.. Sebutkan dan jelaskan ?

Jawab :

a). Reward Power

kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari seseorang yang posisinya memungkinkan dirinya untuk memberikan penghargaan terhadap orang-orang yang berada di bawahnya


b). Coercive Power

Kekuasaan untuk memberikan hukuman adalah kebalikan atau sisi negatif dari reward power


c). Legitimate Power

Legitimate Power atau Kekuasaan yang Sah adalah kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari suatu legitimasi tertentu


d). Expert Power

Kekuasaan yang berdasarkan keahlian atau kepakaran adalah kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari kepakaran atau keahlian yang dimiliki oleh seseorang


e). Referent Power

kekuasaan yang muncul akibat adanya karakteristik yang diharapkan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap seseorang yang memiliki pengaruh terhadap seseorang atau sekelompok orang tersebut

Jumat, 16 April 2010

Tugas 6 (motivasi & gambar)

1.Beberapa istilah untuk menyebut Motivasi antara lain:

a.Kebutuhan (Need)

b.Desakan (Urge)

c.Keinginan (Wish)

d.Dorongan (Drive)

e.Impian (Dreaming)

2. Gambaran framework (kerangka kerja ) dari motivasi :

Keterangan :

* Nomor 5 kebutuhan aktualisai diri

* Nomor 4 kebutuhan harga diri

* Nomor 3 kebutuhan sosial

* Nomor 2 kebutuhan keamanan

* Nomor 1 kebutuhan fisiologis

Lima (5) kebutuhan dasar Maslow – disusun berdasarkan kebutuhan yang paling penting hingga yang tidak terlalu krusial :

1) Kebutuhan Fisiologis

Contoh : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah, dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain sebagainya.

2) Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan

Contoh : Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya.

3) Kebutuhan Sosial

Contoh : Memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis, dan lain-lain.

4) Kebutuhan Penghargaan

Contoh : Pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak lagi lainnya.

5) Kebutuhan Aktualisasi Diri

Adalah kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuka hati sesuai dengan bakat dan minatnya.

Teori Herzberg (Teori 2 Faktor)

Ketidakpuasan dan kepuasan muncul dari 2 faktor yang berbeda, yaitu:

a) Faktor penyebab ketidakpuasan /Faktor hygiene

Yaitu mempengaruhi konteks tempat pekerjaan dilakukan

Contoh : Gaji, kondisi kerja dan kebijaksanaan perusahaan

b) Faktor penyebab kepuasan /Faktor yang memotivasi

Yaitu berkaitan dengan isi pekerjaan dan imbalan prestasi kerja

Contoh : Prestasi, pengakuan, tanggungjawab dan kemajuan

Bahwa orang memilih bagaimana bertindak dari berbagai alternatif tingkahlaku,berdasarkan harapannya apakah ada keuntungan yang diperoleh dari tiap tingkah laku.

3.Table perbedaan teoro motivasi

Rabu, 14 April 2010

Tugas 7 (Keputusan)

1.Keputusan adalah suatu penetapan yang telah bulat atau pasti dan tidak akan berubah dalam pemilihan alternatif terbaik diantara berbagai alternatif yang ada. sedangkan Pengambilan Keputusan adalah suatu tahap atau proses dimana belum ada penetapan yang tepat atau bulat terhadap suatu pemilihan alternatif terbaik diantara berbagai alternatif yang ada dan masih bisa berubah untuk memilih terhadap suatu pilihan.

2.Proses pengambilan keputusan:
a. Proses Pengambilan Keputusan Mencakup
* Identifikasi dan diagnosis masalah
* Pengumpulan dan analisis data yang relevan
* Pengembangan & evaluasi alternatif
* pemilihan alternatif terbaik
* Implementasi keputusan & evaluasi terhadap hasil-hasil.
b. Tipe-tipe keputusan manajemen
* Keputusan-keputusan perseorangan dan strategi
* Keputusan-keputusan pribadi & strategi
* keputusan-keputusan dasar dan rutin

3.Menurut saya tergantung dengan sikon dan seberat apa keputusan yang akan kita putuskan dan seberapa besar tanggung jawabnya.maksudnya begini,suatu keputusan bermacam-macam dan setiap individu akan beropini berbeda2 oleh karena itu jika keputusan tersebut masih terhitung ringan dan tanggung jawabnya masih bisa kita selesaikan sendiri atau katakanlah keputusan itu sangat privacy maka sebaiknya dan bagusnya saya akan mengambil keputusan sendiri.tetapi jika sebaliknya maka sebaiknya mengambil keputusan secara kelompok. intinya saya proritaskan mengmbil keputusan secara berkelompok.mengambil keputusan secara berkelompok lebih ringan karena banyak saran,masukan ataupun alternatif lain yang bisa kita jadikan referensi untuk mengmbil keputusan sebaik mungkin dan setepat mungkin.

4.-Karena setiap orang pola pikirnya berbeda-beda
-tingkat keputusan dan tanggung jawab keputusannya berbeda
-situasi dan kondisi sangat berpengaruh
-karena hidup adalah sebuah pilihan & semua orang yang hidup pasti akan dihadapkan dengan pilihan yang berujung pada keputusan.

Minggu, 11 April 2010

Tugas 5 (Konflik)

1.Konflik adalah segala macam bentuk interaksi pertentangan atau antogonistik antara dua atau lebih pihak bahkan kelompok yang dapat memicu pertikaian/masalah atau bisa juga suatu bentuk hubungan interaksi seseorang dengan orang lain atau suatu kelompok dengan kelompok lain, dimana masing-masing pihak secara sadar, berkemauan, berpeluang dan berkemampuan saling melakukan tindakan untuk mempertentangkan suatu isu yang diangkat dan dipermasalahkan antara yang satu dengan yang lain berdasarkan alasan tertentu.

2.Penyebab timbulnya konflik diantara kelompok adalah Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.tetapi yang jelas dan sering terjadi penyebabnya dalah "persaingan" karena jika masalahnya adlah persaingan sangat konflek & rentan sekali.bisa juga karena status sosial yang berbedadan tingkat aktualisasi diri yang tinggi.

3.karena jika kasusnya sudah pada tingkat kelompok maka dampak dan konfliknya sudah tergolong besar.mengapa saya berpendapat demikian..??
contohnya begini:- jika sekelompok katakanlah geng berkonflik dengan sesama geng dan mereka saling bertikai disuatu tempat katakanlah dipemukiman penduduk atau bisa juga pusat kota dampaknya sangat besar sekali terutama bagi orang yang berada disekitar konflik dan dia tidak terlibat konflik dia hanya kebetulan berada disitu dan melihat kejadian.kita bisa bayangkan bagaimana dampak negatifnya jika kelompok tersebut tidak bisa menyelesaikan konflik dengan cara musyawarah atau damai malah sebaliknya mereka semakin menimbulkan konflik yang berkelanjutan dan tanpa disadari semua infrastuktur dan sarana yang ada disekitar terjadinya konflik akan ikut kena imbasnya sehingga pihak yang tidak berkonflik ikut dirugikan karena kelompok tersebut berkonflik. nah..dari contoh kejadian tersebut bisa kita lihat mengapa orang lebih berpersepsi dan tanggapan negative jika konflik sudah pada tingkat kelompok.

4.a.Personal role conflik
contohnya:---seseorang katakanlah 1 individu sedang dihadapkan dengan dua pilihan yang saling bertentangan tetapi pilihan itu harus dijalani.maksudnya begini..si A tinggal dilingkungan yang penduduk atau temannya adalah pemakai narkoba sedangkan dia tumbuh dan ingin menjadi seorang individu yang taat pada agama dan tidak ingin memakai narkoba.dia takut dan tahu bahwa dampak dari memakai narkoba banyak segi negativnya dibandingkan untungnya dan agamanyapun melarang keras bahwa narkoba itu haram.tetapi disatu sisi dia harus mau tidak mau memakai narkoba karena tuntutan lingkungan tempat tinggalnya.sebenarnya tidak dituntut tetapi walaupun dia tidak mau memekai narkoba tapi dia pasti kena karena ditempat dia aturan mainnya begitu.jika dia tidak memakai dia akan dikucilkan,dimusuhi bahkan dipaksa memakai dengan cara kekerasan.disini konflik personal/intern individu terjadi.memakai tetapi berdosa dan dampaknya berujung kematian..tidak memakai dan memilih patuh pada pendirian dan agama tetapi hengkang dari tempat tinggal.

b.Inter role conflik
contohnya:---Si A dengan ayahnya..begini,si A mempunyai hobi dan cita-cita menjadi anak Band dan dia ingin menjadi seorang ROck star yang dipuja2 oleh semua pecinta musik tetapi ayahnya ingin dan memaksa si A untuk menjadi seorang Dokter atau TNI.disini sudah jelas akan terjadi konflik antar peranan individu yang berbeda.si A dihadapkan dengan pilihan dan dia mau tidak mau harus menuruti keinginan ayahnya dan meninggalkan hobi dan cita2 dia yang ingin menjadi seorang artis terkenal(Rock star).

c.Intersender konflik
contohnya:---Dalam suatu tempat tinggal ataupun kelompok kecil katakanlah,seseorang atau si A dijagokan atau didukung mewakili teman2nya untuk menjadi pemain futsal antar kampus.karena dia tidak siap tetapi harus main & dijagokan serta didukung oleh beberapa temannya bahkan semua perlengkapan bermain
telah disiapkan dia merasa terbebani dan dia harus memberikan yang terbaik untuk pendukung.karena dia sadar dan mengetahui bahwa kemampuan diri dia untuk bermain sangat jauh sekali jika dibandingkan dengan kompetisi lain dan dia pasti kalah.maka dia berbuat curang agar dia bisa mengalahkan lawannya dan menang.disinilah letak konfliknya..dia berbuat curang dengan cara meracuni kawan2nya agar staminanya tidak fit dan bermain jelek sehingga dia muncul sebagai salah satu pemain yang baik tetapi kecurangannya itu ada yang mengetahui sehingga lawannya tidak terima dan terjadilah konflik.

d.Intra sender konflik
contohnya:---untuk konflik yang satu ini sering sekali terjadi dan dampaknya sangat panjang bahkan orang yang ikut berkonflik bisa saling dirugikan. contoh besarnyanya adalah FITNAH atau ADU DOMBA dalam suatu masalah.


5.Dalam kehidupan kita tidak mungkin sendiri kita hidup harus membutuhkan orang lain walaupun dari segi apapun.baik dari segi keluarga,teman,masyrakat banyak dalam suatu wadah negara sampai antar negara.maka sudah tentu dalam interaksi sosial yang pola pikir dan sikap individu berbeda-beda tidak terjadi konflik.tidak semua dengan adanya konflik negativ.justru dengan adanya konflik dalam kehidupan semua kita bisa belajar membentuk diri yang dewasa,tanggung jawab,berinteraksi,tenggang rasa dan sebagainya guna mencapai aktualisasi dan jati diri yang sempurna.

Tugas 4 (Motivasi)

Sebelum membahas sebuah kasus yang yang didalamnya berisi tentang "MOTIVASI" dan hampir semua masalah,sumber dan pointnya tentang motivasi.maka menurut saya seorang pengkaji dan penyelesai masalah harus tahu apa itu "MOTIVASI" sendiri..
Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.
Pembahasan kasus:
1.Menurut Maslow ada 5 dasar kebutuhan manusia yang membentuk hirarki kebutuhan,antara lain: a. Kebutuhan Fisiologis
-seorang karyawan harus mendapatkan dan memiliki Fisiologis yang baik agar potensial dalam diri mereka(karyawan)termotivator.mungkin dengan cara tidak selalu mengekang dengn mengatasnamakan pekerjaan dan sebaiknya memberikan sedikit waktu luang untuk merefres otak/pikiran karyawan agar fisiologisnya okey,karena jika fisiologis seseorang terganggu maka bikan motivasi yang didapat malah sebaliknya akan timbul malas dalam bekerja.
b. Kebutuhan Keamanan
-keamanan dalam suatu perusahaan atau organisasi sangat dibutuhkan dan terjamin sehingga karyawanpun akan semangat dalam bekerja
c. Kebutuhan Sosial
-kebutuhan sosial sangat komplex dan sangat berpengaruh sekali dalam pembentukan motivasi dalam diri seseorang.semakin tinggi kebutuhan n pengaruh sosial maka semakin rentan juga bagi seseorang untuk membentuk suatu diri yang berpotensial terutama dalam bekerja
d. Kebutuhan Penghargaan
-seseorang akan merasa bangga dan mencapai kesuksesan sesuai yang dia harapkan terutama karyawan jika dia mendapatkan sebuah penghargaan dalam karir kerja mereka dan ini akan memeacu dan menjadi motivasi untuk meningkatkan potensial n performance kerja karyawan dalam suatu perusahaan
e. Kebutuhan Aktualisasi Diri
-aktualitas juga sangat mendukung tanpa adanya Aktualitas diri maka komponen pendukung yang lainnya untuk menciptakan motivasi akan berkurang dan menurut saya bahkan tidak akan mencapai motivasi yang sempurna.
sedangkan menurut Herzberg ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang dalam organisasi,yaitu pemuas kerja(job satisfier) yang berkaitan dengan isi pekerjaan dan penyebab ketidakpuasan kerja(job dissafisfiers)yang bersangkutan dengan suasana pekerjaan satisfiers disebut motifator dan dissatifiers disebut faktor-faktor yang higenis. Sedangkan pada kasus,kita bisa lihat bahwa masih banyak sekali kekurangan khususnya kebutuhan para karyawan mungkin bisa juga manajernya sehingga diri mereka tidak terMotivasi yang lebih & baik untuk meningkatkan potensial dan Performance mereka bekerja yang harus lebih dari 8 jam sesuai dengan keinginan petinggi perusahaan.


2.Motivasi karyawan dalam perusahaan,pertama karyawan memulai sebuah proses pengaruh atau mempengaruhi yang mana secara tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan prilaku dan sikap karyawan itu sendiri maupun kelompoknya.kemudian ditruskan dengan Elemen-elemen prosesnya yang mana terdapat pelakunya(karyawan)mempengaruhi-menggunakan metode mempengaruhi-sehingga pada endingnya terdapat seseorang/sekelompok yang dipengaruhi. Metode mempengaruhi bisa dengan *kekuatan fisik seseorang(mungkin dia mengancam atau dengan menggunakan fisiknya untuk mempengaruhi) *Penggunaan sanksi(positif/negatif) *keahlian(mungkin memang telah tertanam dalam dirinya suatu keahlian untuk mempengaruhi seseorang secara otodidak/alamiah) *Kharisma(Daya tarik)karyawan juaga mempunyai daerah pengaruh untuk mencapai motivasinya dengan cara hubungan-hubungan: a.Antara perseorangan b.Kelompok dengan seseorang c.Kelompok dengan kelompok

Pengharapan para karyawan yang paling jelas adalah Bahwa mereka(karyawan)tidak hanya membutuhkan uang,kondisi dan benafits karena bagi mereka itu tidak cukup.mereka membutuhkan tingkat atau pelayanan yang lebih dan sesuai dengan kedudukan/jabatan,keterampilan serta potensi mereka bekerja.karena selama ini yang membuat mereka tidak termotivasi adalah sikap perusahaannya yang kurang baik.mereka disamakan dengan pembantu karyawan yang lain yang bekerja tanpa adanya ketrampilan,padahal waktu bekerja sama.nilai harus ditingkatkan dan disesuaikan dengan jabatan dan ketrampilan bekerja sehingga pada hasilnya baik dari pihak petinggi perusahaan maupun karyawan mendapatkan kenyamanan dan performance yang bagus. Rangga sebaiknya harus lebih bijak dan melakukan penelitian bahkan terlibat langsung untuk mengamati karyawan dilapangan agar dia juga bisa merasakan kehendak karyawan mengapa dan kenapa mereka tidak termotivasi dan berperformance sesuai yang diinginkan rangga. Rangga lebih dikendalikan secara EXTERNAL bila dalam perusahaan karena perusahaan bukan miliknya dia hanya wakil presidan directur dan presidan directur sendiri tidak memberikan perintah yang jelas dan formal kepada rangga untuk mengtur semua keputusan perusahaan. INTERNAL bila dalam dirinya..menurut saya semua keputusannya pure dari dirinya bukan dari perintah formal directur perusahaan.


3.Saya akan melakukan penelitian lebih lanjut terhadap karyawan dan mencari serta mengkaji apa yang diinginkan karyawan sehingga pada akhirnya dapat memotivasi mereka untuk lebih meningkatkan potensial & per-formance dalam diri mereka.






NAMA KELOMPOK: 1.ALI DAYA
2.BRAMANTYO BAGUS W
3.

Rabu, 24 Maret 2010

TUGAS 3

1. teori organisasi terbagi 3 yaitu :

a.) teori klasik : Teori klasik sendiri merupakan merupakan tinjauan tentang teori-teori umum dalam manajemen organisasi. Dan yang sering dikaitkan dengan sudut pandang klasikal adalah model organisasi birokratik. Teori organisasi secara sistematis baru dikembangkan pada tahun 1850 di sini timbul sesuatu pemikiran yang mempersoalkan bagaimana mengatur hubungan antara susunan organisasi itu dan mengatur cara bekerjanya sehingga dalam suatu organisasi dapat bekerja seefisien dan semaksimal mungkin.

b.) teori neo klasik : Titik tekanan teori neoklasik adalah pada 2 elemen pokok dlm organisasi: perilaku individu dan kelompok pekerja.

PERKEMBANGAN TEORI NEOKLASIK

Hugo Munsterberg
Munsterberg menekankan adanya perbedaan-perbedaan karakteristi individu dalam organisasi-organisasi. Sebagai tambahan Munsterberg mengingatkan adanya pengaruh faktor-faktor sosial dan budaya thd organisasi.

Percobaan Hawthorne
Percobaan Hawthorne merupakan kristalisasi teori neoklasik
Percobaan pertama: meneliti pengaruh perbedaan tingkat penerangan (cahaya) dalam pekerjaan thd produktivitas kerja atau efisiensi para karyawan.

Percobaan kedua: April 1927, percobaan ini melibatkan kelompok kecil pekerja, yang terdiri di enam orang gadis pekerja pada perakitan listrik.

Dari hasil penelitian: hubungan sosial atau manusiawi diantara peneliti dan penyelia lebih penting dlm menentukan produktivitas.

-fenomena organisasi informal: orang-orang yang bergabung menjadi suatu kelompok; kelompok alamiah yang terbentuk sbg hasil interaksi diantar para karyawan.
Faktor-faktor yang menentukan munculnya org. formal:

1. Lokasi
2. Jenis Pekerjaan
3. Minat (Interests)
4. Masalah-masalah khusus


c.) teori modern : Teori Organisasi modern memandang
semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan. Sistem Terbuka = menyesuaikan diri
dengan perubahan-perubahan lingkungan.Teori Modern menekankan pada perpaduan dan perancangan, menyediakan pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh.Teori modern  bersifat terbuka (berdasarkan analisa konseptual, dan didasarkan data empiris, serta bersifat sintesa dan integratif.
Sistem terbuka pada hakikatnya merupakan
transformasi terdiri dari aliran informasi,
bahan, dan energi.
Sistem adalah sekelompok bagian-bagian
yang bekerja bersama-sama untuk melakukan
suatu maksud. Terdiri dari subsistem :
1. Tujuan
2. Manajerial
3. Teknis
4. Psikososial
5. Struktural

Rabu, 17 Maret 2010

Tugas 2 organisasi & manajemen

1. Apakah seorang manajer dari suatu perusahaan kecil(katakanlah 25 karyawan) juga perlu
menetapkan struktur organisasi? jelaskan pendapat saudara

2. Jabarkan masing-masing organisasi dimana anda pernah masuki? dan Apakah dari organisasi
tersebut mempunyai dampak bagi kehidupan anda? Jelaskan

3. Menurut saudara mana bentuk organisasi yang sehat dan sempurna? Jelaskan
*******************************************************************************
Answer question:
Sebelum menjawab pertanyaan di atas sebaiknya kita plesback kembali ke pembahasan sebelumnya dan mengingat definisi dari organisasi agar kita tidak terlalu dipusingkan dengan definisi strukturnya.
sekarang kita akan membahas jawabannya:
1.Setiap organisasi apalagi Perusahaan pasti memerlukan Struktur Organisasi yang jelas baik itu perusahaan kecil sekalipun.karna tanpa adanya struktur organisasi maka organisasi tersebut tidak akan jelas tujuannya.apalagi jika dalam suatu perusahaan tersebut terdapat manajer.disinilah salah satu fungsi dari manajer selain dia mengontrol & mengorganisir karyawab tentu dia juga harus menetapkan struktur organisasi bagi karyawan atau bawahannya agar suatu perusahaan tersebut berjalan sesuai rencana dan tentunya tujuan yang jelas.

2.Untuk organisasi yang pernah saya masuki belum banyak hanya beberapa organisasi saja.Saya pernah masuk dalam organisasi yang brgelut dalam bidang "sangat pentingnya memelihara kelestarian alam dan manfaat alam bagi manusia" dan salah satu organisasi tersebut sangat bermanfaat sekali dan itu salah satu organisasi yang sangat berkesan sekali bagi saya karena diorganisasi ini saya termasuk anggota yang paling muda.anggota umumnya sudah berkeluarga..
Organisasi tersebut mempunyai dampak dan pengaruh yang besar dalam kehidupan saya.karena dari organisai inilah saya mulai belajar beradaptasi dan harus bisa beradaptasi dimanapun berada dan dengan siapapun itu.disini saya mulai diajarkan berfikir dewasa,kritis,logis dan saling menghargai satu sama lain walaupun banyak sekali perbedaan didalamnya.

3.Organisasi yang sehat menurut saya,Organisasi yang di jalankan oleh SDM yang memiliki citra pola fikir yang bersih,optimis,penuh dengan tujuan,mempunyai suatu wadah yang jelas,terdapat pemimpin yang bertanggung jawab terhadap semua anggota organisasi,bersikap terbuka,logis,pembagian tugas yang jelas dan terorganisir dengan baik sesuai prosedur yang ada. sedangkan..
Organisasi sempurna,adalah Organisasi yang terstruktur dan memenuhi persyratan organisasi sehat.karna tanpa adanya organisasi yang sehat maka belum tentu akan tercipta organisasi yang sempurna.Organisasi sempurna memiliki bagan sesuai dengn step-stepnya dan terancang sesuai dengan apa yang diharapkan sampai tujuan tercapai,karena tujuan akan tercapai jika memiliki struktur organisasi yang sempurna.

********************************
*********************
**************

Rabu, 10 Maret 2010

Tugas 1 Organisasi dan Manajemen

1. Organisasi dan metode memainkan oeranan yang sangat penting dalam rangka proses manajemen, karena betapa eratnya hubungan antara manajemen, organisasi dan metode, bahkan sepertinya dapat dikatakan bahwa organisasi dan metode merupakan salah satu bidang pengkhususan dari manajemen. Hal ini didapat dari arti metode dan organisasi yang dapat diuraikan sebagai berikut, Organisasi adalah proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan. Dan maksud dari pengertian di atas adalah bahwa Organisasi dan Metode merupakan kunci atau syarat pelaksanaan kerja yang setepat-tepatnya dan penting bagi kegiatan manajemen, serta dapat memanfaatkan sumber-sumber dan waktu yang tersedia untuk meningkatkan efisiensi kerja untuk mencapai tujuan.

2. Tata kerja (Metode) adalah satu cara bagaimana agar sumber-sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula. dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, di samping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya dutujukan untuk : (1). menghindari terjadinya pemborosan dalam pendayagunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia. (2). Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan. (3). Menjamin adanya pembaguan kerja, waktu, dan koordinasi yang tepat. Jadi hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti di bawah ini:
Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-
sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk
pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.
Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai
dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.

3. Eratnya hubungan antara Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja, disebabkan :
a. Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia.
b. Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerja
sama.
c. Tata Kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut harus
dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.

4. Skema Hubungan Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja


Manajemen / Proses kegiatan pencapaian tujuan yang melalui Kerja Sama antar Manusia (Organisasi) yang merupakan alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat pemnelompokan kerja sama. pola tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan rencana dan mempunyai Tata Kerja sehingga dapat mencapai Tujuan